Kamis, 02 Juli 2026

KEROHANIAN PERSAUDARAAN TAWON MADU ( Surah An Nahl Ayat 17 )

 


اَفَمَنْ يَّخْلُقُ كَمَنْ لَّا يَخْلُقُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ۝١٧a fa may yakhluqu kamal lâ yakhluq, a fa lâ tadzakkarûnMaka, apakah (Allah) yang (dapat) menciptakan (sesuatu) sama dengan yang tidak (dapat) menciptakan? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
Penjelasan : pada ayat-ayat sebelumnya Allah telah mengenalkan ciptaanya yang luar biasa hebatnya yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh siapapun, dan oleh apapun kecuali Allah Swt. Sesudah itu, Allah swt membungkam orang-orang musyrik dan mematahkan alasan-alasan yang mereka kemukakan karena mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan tetap bergelimang dalam kemusyrikannya. Allah swt menyuruh mereka agar memperhatikan apakah yang menciptakan segala macam nikmat yang diberikan kepada manusia sama dengan patung-patung yang mereka sembah yang tidak dapat menciptakan apa-apa. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari berbagai macam nikmat tadi sehingga mereka akan mengenal siapakah sebenarnya yang pantas memiliki kekuasaan tertinggi, dan menentukan segala macam bentuk kejadian menurut kehendaknya. Sebenarnya apabila mereka mau merenungkan kejadian alam beserta seluruh isinya dan segala macam nikmat yang diperoleh, mereka tentu akan meninggalkan penyembahan patung-patung yang menjadi tradisi nenek moyang mereka.

KEROHANIAN PERSAUDARAAN TAWON MADU ( Surah An Nahl ayat 16 )


وَعَلٰمٰتٍۗ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُوْنَ ۝١٦wa ‘alâmât, wa bin-najmi hum yahtadûn(Dia juga menciptakan) tanda-tanda. Dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.Penjelasan :Pada Ayat sebelumnya Allah telah mengenalkan dirinya melalui berbagai ciptaanya yang luar biasa hebatnya. di samping apa yang telah diterangkan sebelumnya, sebenarnya masih banyak tanda-tanda kebesaran Allah Swt yang ia ciptakan dialam semesta ini, dengan merenung, berfikir yang mendalam, dan melakukan penelitian terhadap alam semesta ini, kita akan menemukan banyak ilmu yang menunjukkan betapa maha kuasanya Allah Swt dan betapa kecil nya diri kita sebagai manusia, dan betapa tak berdayanya kita sebagai manusia dibandingkan dengan Allah Swt. pada ayat ke 14 Allah menyebutkan menciptakan jalan-jalan yang ada di daratan dengan jalan-jalan itu manusia mendapat petunjuk sehingga tidak tersesat, disamping jalan-jalan itu, Allah juga menciptakan tanda - tanda lain sebagai petunjuk arah misalnya gunung-gunung itu sebagai tanda yang dapat digunakan manusia sebagai petunjuk untuk mengetahui di mana mereka berada. Apabila seseorang berlayar di lautan dan masih dapat melihat  daratan maka gunung-gunung itu sebagai tanda baginya untuk menentukan posisi dan kedudukan perahunya. dan masih banyak lagi tanda-tanda sebagai petunjuk arah yang Allah ciptakan untuk manusia. Selanjutnya Allah swt menjelaskan pula bahwa Dia menciptakan bintang-bintang yang juga dapat dijadikan sebagai penunjuk arah. Bintang digunakan para musafir di darat, pelaut, dan penerbang sebagai petunjuk di waktu malam apabila rambu-rambu tak dapat dipergunakan lagi. Karena di waktu malam gelap, hanya cahaya-cahaya bintang itulah yang paling jelas bagi mereka. Manusia dapat mengambil petunjuk dari bintang dengan jalan mengenal gugusan bintang-bintang itu yang dalam ilmu falak telah diberi nama-nama tersendiri. Sudah tentu, yang dapat menggunakan bintang sebagai petunjuk ialah mereka yang telah dapat membedakan masing-masing gugusan bintang itu dan mengenal saat terbit dan tenggelamnya. Gugusan-gugusan bintang itu dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan kedudukan mereka di permukaan bumi.oleh karena Allah telah menyediakan banyak hal untuk  manusia maka sudah sepatutnya manusia bersyukur kepada Allah dan Mengabdi kepada Allah Swt.

 

KEROHANIAN PERSAUDARAAN TAWON MADU ( Surah An Nahl Ayat 15 )


 


وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَاَنْهٰرًا وَّسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ ۝١٥wa alqâ fil-ardli rawâsiya an tamîda bikum wa an-hâraw wa subulal la‘allakum tahtadûnDia menancapkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu serta (menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.
Penjelasan : Pada ayat ini Allah mengenalkan dirinya melaui ciptaannya yang berupa gunung, sungai dan jalan-jalan. Gunung merupakan ciptaan Allah yang luar biasa hebat dan tidak ada satupun manusia yang mampu membuatnya, Gunung adalah salah satu fitur spektakuler dari lanskap bumi yang selalu mampu mencuri perhatian siapa saja yang melihatnya. Gunung-gunung tidak hanya menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan tetapi juga memainkan peran penting dalam ekosistem bumi. gunung merupakan pasak bumi agar bumi tidak bergoncang, dengan ada gunung, bumi menjadi setabil. gunung sering terbentuk di zona konvergen (dua lempengan bumi menuju pusat yang sama) dimana dua lempengen bumi saling bertabrakan kemudian saling mencengkram satu sama lain ada bagian yang menancap kebawah dan ada bagian yang menjulang keatas, misalnya kerak bumi terlipat kebawah menancap dengan kokoh, ia berperan seperti akar pada pepohonan, kemudiaan ada bagian-bagian yang retak memicu magma yang ada pada inti bumi naik keatas sehingga  permukanan bumi terdorong keatas membentuk pegunungan. dari itulah kemudian bumi dapat setabil tidak bergerak kesana kemari, dengan setabilnya bumi maka manusia dapat beraktivitas dengan lebih tertib, manusia dapat menandai segala hal yang ada dibumi dengan lebih baik sehingga muncullah peta dan lai sebagainya.  selanjutnya Allah swt menciptakan sungai di permukaan bumi yang mengalir dari suatu tempat yang tinggi ke tempat lain yang lebih rendah sebagai nikmat yang diberikan Allah kepada Manusia. Sungai itu berfungsi sebagai sumber pengairan yang dapat diatur untuk mengairi sawah dan ladang, sehingga manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi segala macam kebutuhannya. Di samping itu, sungai dapat juga dijadikan sebagai sarana lalu lintas guna kepentingan pengangkutan barang-barang dagangan manusia. yang lebih menakjubkan lagi sumber-sumber mata air sungai berasal dari atas gunung yang letaknya tinggi padahal sifat air  selalu mencari tempat yang lebih rendah. dengan dijadikannya sumber mata air diatas gunung maka air dapat bergerak turun kebawah sampai berjumpa tempat yang paling rendah yakni lautan.  selanjutnya Allah juga menciptakan jalan-jalan yakni daratan yang dapat digunakan sebagai sarana perhubungan dan transportasi dari suatu negeri ke negeri yang lain. Jalan-jalan itu terbentang mulai dari tepi pantai, menembus hutan-hutan, dan melingkari gunung-gunung, sehingga dengan demikian manusia dapat mencapai tujuannya tanpa tersesat ke tempat lain. Itulah sebabnya di akhir ayat ini, Allah swt menyebutkan bahwa manfaat dari jalan-jalan itu agar manusia mendapat petunjuk. Artinya tidak tersesat tanpa arah tujuan. 

KEROHANIAN PERSAUDARAAN TAWON MADU ( Surah An Nahl ayat 14 )



وَهُوَ الَّذِيْ سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوْا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَاۚ وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٤wa huwalladzî sakhkharal-baḫra lita'kulû min-hu laḫman thariyyaw wa tastakhrijû min-hu ḫilyatan talbasûnahâ, wa taral-fulka mawâkhira fîhi wa litabtaghû min fadllihî wa la‘allakum tasykurûnDialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar  darinya dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.
Penjelasan :Pada Ayat ini Allah memperkenalkan dirinya melalui ciptaannya yang berupa lautan, sebuah maha karya Allah yang luar biasa yang tidak ada seorangpun yang mampu membuatnya. bahkan sampai hari ini masih banyak misteri yang belum diketahui oleh manusia didalam dasar lautan. Selanjutnya, Allah swt menyebutkan nikmat-nikmat yang terdapat di lautan yang dijadikan untuk manusia. Dijelaskan bahwa Allah -lah yang telah mengendalikan lautan untuk manusia. Allah menjadikan banyak manfaat dari lautan untuk manusia berupa segala macam nikmat  misalnya makanan dari lautan berupa daging yang segar, yaitu segala macam jenis ikan, dan hewan laut yang dapat dikonsumsi oleh manusia. pada Ayat ini menggunakan kata daging segar menunjukkan betapa bagusnya pemilihan kata yang digunakan karena bukan hanya ikan tetapi banyak juga jenis hewan laut yang lain yang dapat dikonsumsi,  daging yang segar dapat dipahami pulah bahwa yang boleh dimakan dari segala jenis ikan dan hewan yang terdapat di dalam lautan itu ialah yang ditangkap dalam keadaan segar, meskipun binatang itu mati tanpa disembelih. Akan tetapi, apabila segala hewan tangkapan yang diperoleh itu dalam keadaan tidak segar atau mati yang telah membusuk, maka tidak boleh dimakan karena dikhawatirkan membahayakan kesehatan. Yang dimaksud dengan binatang yang mati di lautan ialah binatang yang mati dengan sendirinya atau karena sebab-sebab yang lain sehingga mengambang di permukaan air, bukan yang mati karena ditangkap oleh manusia. Rasulullah bersabda: مَا نَضَبَ عَنْهُ الْمَاءُ فَكُلُوْا وَمَا لَفَظَهُ فَكُلُوْا وَمَا طَفَا فَلَا تَأْكُلُوْا (حديث ضعيف أخرجه ابو داود و ابن ماجه عن جابر) Semua binatang laut yang mati karena kehabisan air makanlah dan semua binatang laut yang terdampar ke daratan dari lautan makanlah, tetapi binatang yang terapung di lautan janganlah dimakan. (Hadis ḍaīf riwayat Abu Dāwud dan Ibnu Mājah dari Jābir) Ikan yang mati di laut boleh dimakan sebab Nabi Muhammad saw bersabda: هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ والْحِلُّ مَيْتَتُهُ (رواه الأربعة عن أبي هريرة) Laut itu suci airnya dan halal bangkainya. (Riwayat Imam Empat dari Abu Hurairah) Hendaklah dipahami sekali lagi bahwa bangkai binatang air laut yang halal dimakan ialah binatang yang ditangkap oleh manusia, yang terlempar ke daratan, yang mati karena kehabisan air, dan yang masih segar, bukan binatang yang mati terapung di lautan apalagi yang sudah membusuk. Selanjutnya Allah swt menyebutkan nikmat lain yang dapat diperoleh manusia dari lautan, yaitu berupa perhiasan. Di antaranya adalah mutiara dan marjan. Mutiara adalah perhiasan yang diperoleh dari dalam tubuh sejenis lokan/Kerang yang proses kejadiannya dimulai dengan masuknya semacam benda keras, pasir, atau benda asing lainnya ke dalam tubuh lokan/kerang. Karena sangat mengganggu bagi organ-organ tubuhnya, lokan/kerang mengeluarkan semacam cairan yang dapat mengeras untuk membungkus benda keras itu. Proses itu berlanjut terus-menerus sehingga lama-kelamaan terbentuk semacam benda bulat dan mengkilat, warnanya putih kebiru-biruan, kemerah-merahan, atau kekuning-kuningan yang sangat indah dipandang mata. Benda itu dikeluarkan oleh manusia dari lokan tadi, ada yang kecil dan ada yang besar sesuai dengan lamanya benda tersebut dalam tubuh lokan itu. Itulah yang dimaksud dengan mutiara. Perhiasan yang lain adalah marjan, sebangsa tumbuh-tumbuhan yang hidup di dasar laut dan mirip dengan karang. Marjan itu diambil oleh manusia dari lautan dan dibuat menjadi kalung, gelang, atau perhiasan lain yang sangat indah. Semua itu berupa nikmat Allah yang diberikan kepada manusia yang tiada ternilai harganya. Nikmat lain yang diberikan kepada manusia dari lautan ialah mereka dapat menjadikannya sebagai sarana lalu lintas pelayaran, baik oleh kapal layar ataupun kapal mesin. Kapal-kapal itu hilir mudik dari suatu negara ke negara lain untuk mengangkut segala macam barang perdagangan sehingga mempermudah perdagangan antar negara tersebut. Dari perdagangan itu, manusia mendapat rezeki karena keuntungan yang diperolehnya. Nikmat-nikmat Allah itu disebutkan agar manusia mensyukuri semua nikmat yang diberikan Allah kepada mereka. Juga dimaksudkan agar manusia dapat memahami betapa besar nikmat Allah yang telah diberikan pada mereka dan memanfaatkan nikmat yang tiada tara itu untuk beribadah kepada Allah dan kesejahteraan mereka sendiri.

 

Rabu, 01 Juli 2026

KEROHANIAN PERSAUDARAAN PENCAK SILAT TAWON MADU ( An Nahl ayat 13 )



وَمَا ذَرَاَ لَكُمْ فِى الْاَرْضِ مُخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّذَّكَّرُوْنَ ۝١٣wa mâ dzara'a lakum fil-ardli mukhtalifan alwânuh, inna fî dzâlika la'âyatal liqaumiy yadzdzakkarûn(Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis yang berlainnya macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
Penjelasan :Allah menjelaskan bahwa Dia juga mengendalikan segala macam benda yang diciptakan-Nya, baik benda-benda itu hanya terdapat di permukaan bumi seperti aneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda yang terdapat dalam perut bumi, seperti mineral dan barang tambang. Semua itu diciptakan Allah beraneka ragam dalam jenis, bentuk, dan manfaatnya, dan semuanya diciptakan untuk kebutuhan manusia. Di akhir ayat dijelaskan bahwa sesungguhnya pada nikmat-nikmat yang telah diciptakan Allah yang beraneka ragam bentuk itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Yaitu bagi mereka yang memahami betapa besarnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka dan mensyukuri dengan memanfaatkannya sebagaimana mestinya dan sesuai dengan keperluan mereka. bagi orang-rang yang mau berfikir akan memahami bahwa Alam ini diciptakan  Allah untuk manusia dengan segalah sistemnya yang seimbang misalnya rantai makanan pada mahluk hidup, bahan-bahan tambang yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kehidupannya, ekosistem, hewan - hewan, tanaman obat, dan lain sebagainya. oleh karena itu jangan merusak alam karena Alam ini diciptakan dengan segalah sistem yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan manusia maka tanggung jawab manusia adalah menjaga keseimbangan alam tersebut agar kebutuhan manusia tetap terjaga dan lestari. namun kebanyakan manusia tidak berfikir tentang ini, mereka merusak alam dan serakah dalam mengambil manfaatnya sehingga lingkungan rusak, ekosistem rusak, keseimbangan rusak pada akhirnya kebutuhan manusia menjadi sulit dan langkah. misalnya perburuan ular yang masif menyebabkan ular menjadi sedikit, pada akhirnya tikus yang seharusnya menjadi makanan ular menjadi melimpah karena ular nya sedikit. banyaknya tikus merusak tanaman petani sehingga petani mengalami gagal panen dengan begitu manusia sendiri yang sengsara dengan mahalnya bahan pangan karena keterbatasan jumlah pangan. maka menjaga lingkungan agar tetap seimbang dan memanfaatkannya secukupnya  adalah sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia.  
 

KEROHANIAN PERSAUDARAAN TAWON MADU ( Surah An Nahl Ayat 17 )

  اَفَمَنْ يَّخْلُقُ كَمَنْ لَّا يَخْلُقُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ۝١٧ a fa may yakhluqu kamal lâ yakhluq, a fa lâ tadzakkarûn Maka, apakah (A...